Banyak orang dalam kepemimpinan di suatu perusahaan menyepelekan penerapan system standarad (baku) dalam aktivitas kerjanya. Tetapi tanpa disadari hal tersebut justru merugikan perusahaan.
Gaya kepemimpinan ada beberapa macam dan yang kita kenal diantaranya Kepemimpinan Otoriter, Kepemimpinan Demokratis dan Kepemimpinan Bebas.
Tentu saja Kita sudah mengetahuinya bahwa Kepemimpinan yang terbaik adalah Gaya Kepemimpinan yang Demokratis dimana gaya kepemimpinan ini terjadi komunikasi 2 arah baik dari atasan maupun bawahan. Keputusan yang diambil juga melibatkan semua pihak tidak one man show.
Pada kesempatan ini Saya tidak akan membahas tipe Kepemimpinan yang seperti ini, tetapi Saya ingin memberikan gambaran untuk gaya kepemimpinan yang lainnya.
Seorang pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang otoriter terhadap bawahan dan juga selalu membuat keputusan yang berubah-ubah setiap saat membuat bawahan tidak dapat menentukan langkah mana yang harus mereka ambil. Gaya kepemimpinan seperti ini masih banyak terjadi dan dapat dilihat dalam peraturan perusahaannya yang mengatakan bahwa aturan pertama adalah Pimpinan selalu benar. Peraturan kedua adalah bila Pimpinan salah maka lihatlah kembali aturan pertama.
Kekhawatiran para bawahan akan tampak sekali bila ada kasus atau pertanyaan dari Supplier atau Buyer Perusahaan. Mereka tidak dengan sigap membantu untuk memberikan respon dan juga solusi, melainkan hanya diam dan menunggu intruksi atasan.
Mereka semua ragu untuk bertindak dengan alasan yang utama adalah takut salah memberi jawaban dan akan kena teguran atasan, padahal untuk kasus yang sama tersebut sebelumnya bisa saja Atasan telah menentukan suatu keputusan tertentu hanya karena tidak distandarisasi maka bawahan tidak dapat mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut yang harus ia lakukan selanjutnya.
Saya menemukan sebuah kasus dam perusahaan yang disebabkan tidak adanya System dan gaya kepemimpinan yang otoriter, seperti hal diatas.
Sebuah Perusahaan Manufacture, sebut saja PT.ABC . Perusahaan ini sudah cukup lama berdiri lebih dari 20Tahun. Perusahaan memiliki Head Office dan beberapa anak perusahaan. Saat ini Perusahaan tersebut berjalan dan tidak memiliki system yang baku untuk operasional perusahaannya.
Hal yang dapat tercermin dari didalam Perusahaan tersebut saat saya melakukan kunjungan :
1.MARKETING – Proses penerimaan order untuk sample.
Order diterima berdasarkan keputusan Pimpinan Perusahaan(PP) karena beliau merangkap juga menjadi Tenaga Marketing.
PP dapat dengan sepihak menghentikan proses produksi yang sedang berjalan dan meminta mengganti produksi dengan pembuatan order sample yang belum pasti order tersebut akan mereka dapatkan.
Dalam hal ini dapat kita lihat bahwa gaya kepemimpinan yang otoriter ada disini. Entah PP sadari atau tidak, jadwal proses produksi untuk item tertentu akan terganggu dengan adanya permintaan khusus tersebut. Efek yang ditimbulkan:
a.Schedule produksi akan terganggu
b.Schedule pengiriman tidak tepat waktu
c.Bisa saja Perusahaan bisa saja harus membayar penalty akibat keterlambatan pengiriman barang.
d.Bila hal ini berlangsung terus kepercayaan Buyer akan image dari perusahaan akan hilang.
2. PURCHASING – Proses Pengadaan barang dan jasa.
Pembelian material baik untuk kwalitas, kwantitas dan juga harga dilakukan oleh seorang Purchasing tanpa melibatkan pihak lain yang berkepentingan.
Disatu sisi PP berhak untuk menentukan pembelian material tertentu kepada Supplier yang bisa saja memiliki hubungan khusus dengan PP.
Disini terlihat kembali gaya kepemimpinan yang otoriter tanpa adanya penerapan internal control yang baik dan rawan terjadi kecurangan.
3.PRODUKSI – Proses Pengolahan
Penggunaan Raw Material yang tidak terkontrol dengan baik, demikian juga dengan material sisa produksi yang masih memiliki nilai jual.
Kurangnya koordinasi dengan bagian lain seperti Marketing, Merchandiser, Riset Development dalam penerimaan order sehingga sering terjadi Delay Delivery, Kesalahan Produksi, barang cacat karena kerja QC yang tidak maksimal.
Kepemimpinan yang terjadi disini adalah kepemimpinan bebas, dimana Head Produksi menentukan sendiri cara proses produksi untuk menghasilkan Finish Good yang diminta.
4.FINANCE – Proses Pengeluaran Uang
Finance dengan leluasanya meminta dan mengeluarkan sejumlah dana untuk pembayaran kepada semua Supplier atau untuk kepentingan dari operasional perusahaan.
Disini terlihat kembali Gaya kepemimpinan yang bebas, Internal Kontrol yang lemah, dan penggunaan dana yang kurang terkontrol


Berlibur sambil belajar mungkin itulah kalimat yang pas bila anda mengunjungi Taman Safari Indonesia (TSI). Terutama bagi Anda keluarga yang memiliki anak balita tempat yang satu ini sangatlah cocok untuk dikunjung. Dengan lokasi yang sekitar 100 – 150 km dari kota Jakarta atau lebih kurang 1.5 – 2 jam perjalanan. Lokasi persinya berada di dekat Cisarua-Puncak , Bogor.






Beberapa pertujukan tersebut diantaranya: atraksi macan, singa laut, lumba-lumba, burung, gajah dan coboy show.











Salah satu komponen pengeluaran yang terbesar dari pada kendaraan adalah Bahan Bakar, apalagi pada saat ini harga Bahan Bakar sudah cukup mahal dan memberatkan para pengguna.
Dari semua hal tersebut diatas manakah yang terbaik… semua alternatif tersebut diatas, pilihan kembali kepada anda sebagai pemilik kendaraan. Tetapi bagi anda yang tetap ingin membawa kendaraan untuk keperluan transportasi setiap harinya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk penghematan bahan bakar kendaraan anda, diantaranya:
Ada baiknya bila Kita ingin membeli Property baik untuk tempat tinggal bahkan untuk insvestasi sebaiknya faktor yang perlu diperhatikan dan cukup penting adalah Estate Management.
Sebuah system pasti diperlukan dalam dunia usaha, bahkan dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana pun Kita memerlukan system yang dapat menjadi acuan agar kehidupan agar Kita dapat beraktifitas dengan baik, effisien, dan efektif.

Berapa lama umur Bearing (Laher) dapat digunakan, atau kapan waktu yang tepat untuk mengganti Bearing (Laher) Roda….., mungkin pertanyaan itu yang sering muncul dikalangan pengguna kendaraan.


Bagaimana mengganti Bearing pada Kendaraan


sederhana sekali proses kerjanya…. yang perlu diperhatikan adalah Bearing Roda yang baru tersebut tidak dilengkapi dengan Ring Magnet yang menempel pada bagian luar dan berfungsi untuk control sistem ABS Kendaraan.